Percaya atau tidak NextDevers, digital start-up punya potensi menjanjikan untuk berkembang pesat di Indonesia lho! Start-up digital hadir sebagai bentuk jawaban atas permasalahan yang dialami oleh masyarakat. Tidak heran, banyak sekali start-up digital begitu laris digunakan, hingga akhirnya berkembang.
Namun begitu, untuk sebuah start-up digital bisa berkembang, dibutuhkan peran-peran penting dalam internal mereka. Maka dari itu, dalam sebuah start-up digital, hacker, hustler, dan hipster menjadi penggerak bisnis jenis ini untuk bisa maju serta bekerja sama untuk menghasilkan produk terbaik. Lalu apa itu hacker, hustler, dan hipster? Apa saja peran mereka? Kita kenali satu persatu yuk!
Hacker
Mungkin istilah “hacker” sering kita dengar dan berkonotasi negatif, namun dalam sebuah start-up digital, hacker berperan dalam membangun teknologi perusahaan. Mereka bekerja untuk membangun dan memperkuat platform bisnis. Tidak heran, mereka sering diistilahkan sebagai Chief Technology Officer.
Lalu, apa saja yang dilakukan seorang hacker di start-up digital? Sebagai orang yang wajib ahli coding dan programming, seorang hacker harus bisa menghasilkan sebuah platform yang kelak akan membantu para pelanggan. Tidak hanya untuk pelanggan lho, seorang hacker harus juga bisa menciptakan platform untuk kelancaran internal dalam sebuah bisnis.
Semua kebutuhan komunikasi internal agar bisnis bisa berjalan lancar, menjadi tanggung jawab seorang hacker. Tidak heran, hacker mengambil andil penting dalam bisnis start-up digital agar bisa sustain beyond expectation!
Hustler
Berbeda dengan hacker, “hustler” memiliki jobdesc untuk memastikan keuntungan sebuah bisnis atau perusahaan. Mereka harus jeli, detil, dan memiliki visi baik panjang atau pendek dalam melihat sebuah peluang. Hustler wajib membangun tim dan mengelola seluruh pekerjaan serta membentuk model bisnis. Merekalah CEO dalam bisnis start-up digital.
Seorang hustler ini begitu penting dalam sebuah perusahaan start-up digital. Bagaimana tidak? Hustler-lah yang berperan dalam mencari keuntungan perusahaan, sekaligus menjadi representasi perusahaan tersebut. Hustler ini pula yang harus mengatur tim internal, juga memotivasi mereka untuk maju.
Maka, sebagai seorang hustler, NextDevers wajib menjalankan seluruh operasional bisnis from A to Z! Hustler harus bisa mendukung pertumbuhan finansial sebuah bisnis biar bisa sustain ke depannya.
Hipster
Beralih ke hipster, mereka berperan soal pemasaran dan branding. Mereka memastikan bahwa pelanggan puas dengan produk yang dihasilkan, serta brainstorm ide dan inovasi dari setiap produk yang dimiliki.
Untuk menjadi seorang hipster, NextDevers harus bisa berperan sebagai think-tanker alias mereka yang punya kreativitas tinggi dan suka explore ide-ide baru dan out of the box. Seorang hipster juga wajib mampu melihat dari berbagai sudut pandang untuk bisa menghasilkan desain atau produk yang dibutuhkan.
Para hipster inilah yang juga menciptakan user interface (UI) yang berbeda dengan perusahaan lainnya, sehingga perusahaan atau produk mereka mudah dikenali pelanggan. Mereka ini yang memegang peranan dalam kepuasan pelanggan ketika menggunakan produk atau jasa perusahaan mereka.
Setelah mengetahui ketiga peran ini, NextDevers jadi tahu dong siapa saja dalam bisnismu yang berperan sebagai hacker, hipster, atau hustler? Kalau NextDevers ingin tips lain untuk kembangkan start-up digitalmu, jangan lupa berkunjung ke media sosial kami ya.